Tampilkan postingan dengan label TPG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TPG. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013



Dalam proses pembelajaran maupun proses pengambilan gambar shooting video umumnya menggunakan kamera video yang dilengkapi berbagai jenis kabel, mulai dari:
1. Kabel Charger
2. Kabel USB
3. Kabel Video
4. Kabel Audio
5. Dll

Contoh Kabel Untuk Sambungan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEim8Tv-Vty6mT5l_YQ8Boo-G1_-PXlaqvYvJguyx85DZ3_vPOmHoJDKV3uwZ9W5qURaAxVnMyQgraQlEJB5AjIWkvGy83A9-8EeEYP5Z-vEtTF8c-zivH6jar5z8Ws-yALB-2GbDXti5Ps/s320/3.1.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLOFY3xTPi9T7xj25tN1bES4CZ1oQd6LKzEUBnVDEkrE8ggDAeuwhk_UYuKRAdnruueUzt0lvzGGd9zpDikXpl1ABWL-hD38WoOUMfr_45_vvGI91vFej9AaN_z0N47xvEwdpCiIoDr98/s320/3.2.png


1.     Memilih dan menyiapkan kabel kamera video
a.  Kabel dipilih dan dikenali kesalahan serta kerusakannya, untuk kemudian dilakukan perbaikan yang sesuai menurut tingkat keahlian. Agar nantinya ketika digunakan kabel tidak membahayakan ketika ada bagian-bagian yang terkelupas atau kesalahan pada peletakannya.
b.  Penanganan, perbaikan dan perakitan kembali kesalahan kabel sesuai syarat keselamatan dan instruksi pabrik yang sesuai. Baca kembali buku petunjuk pengoperasian kamera video, biasanya di dalamnya terdapat tata cara memasang kabel- kabel kamera video saat shooting maupun capturing video.
c.  Dipastikan bahwa semua kabel dapat beroperasi dan tersedia pada lokasi dan waktu yang benar saat pengambilan gambar.

2.   Menangani kabel kamera video
a.  Dipastikan sumber tenaga cocok dan tersedia, pilihlah sumber tegangan yang aman agar kabel kamera yang terjulur tidak terlalu panjang.
b.  Penggunaan rencana kamera dan informasi kabel untuk memastikan tempat-tempat kabel dan larinya kabel. Perhatikan kabel-kabel kamera yang terjulur, agar tidak membahayakan ketika proses shooting tengah berlangsung.
c.  Penentuan tempat, lari dan panjangnya kabel sesuai antisipasi gerak kamera dan persilangan kabel diperkecil.
d.  Penggambaran denah kabel untuk menghindari terjadinya simpul atau pelintiran saat digunakan. Jangan sampai kabel yang terjulur terlilit satu sama lain.
e.   Penguluran kabel power dari kontaktor menuju kamera.
f.    Kabel diamankan untuk menghindari ketegangan olokan dan pencongkelan.
g.  Rute kabel dipastikan dan teratur, sehingga unit pengendali kamera, kabel gantung, kabel julur landai telah lengkap sesuai dengan rencana gerak kamera dan terpenuhi dengan cara yang aman.
h.  Semua kabel kamera dipastikan berasal dari titik outlet yang benar menuju ke kamera dan dipastikan tidak merintangi kamera yang digunakan pada pembuatan produksi.
i.   Dipastikan bahwa kabel kamera yang dipasang telah berfungsi dan tidak membahayakan personel yang terlibat dalam pembuatan film atau masyarakat umum.

3.    Mengungari kabel kamera video
a.  Semua kabel dijulurkan dan dipastikan kabel-kabel tersebut digulung untuk menghindari ketegangan dan kerusakan.
b.  Kabel-kabel dipastikan melingkar bebas dari keruwetan dan cukup aman. Jangan sampai kabel terlihat ruwet/terlilit agar tidak menyulitkan dalam pengoprasian kamera video.
c.  Kabel dikemas dalam keadaan bersih dan aman untuk menghindari kerusakan dan siap untuk dipindahkan bila perlu.
d.   Pelaporan dan dokumentasi kabel yang rusak dan perlu perawatan pada personil yang relevan.
e.  Pekerjaan lapangan ditinggalkan dalam keadaan seperti semula, dipastikan tidak ada akibat merugikan pada pekerjaan lapangan itu.
Penataan kabel kamera video mungkin tidak terlalu sulit, tetapi harus tetap di perhatikan agar proses pengambilan gambar shooting video berjalan lancar. Karena dalam penataan kabel kamera haruslah diletakkan pada posisi yang tepat dan pada tempat-tempat yang tidak membahayakan ketika proses pengambilan gambar shooting tengah berlangsung. Disamping itu, kita juga harus mengetahui jenis-jenis kabel kamera dan fungsinya masing-masing, agar nantinya tidak keliru dalam hal pemasangan atau penyambungan.
Bila kurang berhati-hati maka akan menyebabkan hal yang fatal, dikarenakan resiko terlilitnya kabel-kabel kamera video yang begitu banyak dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan (mengganggu dalam hal proses shooting). Penggunaan kabel kamera juga harus sesuai kebutuhan, bila tidak terlalu penting, kurangi penggunaan kabel-kabel yang tidak digunakan. Agar terlihat rapi dan mudah dalam penggunaan kamera video.





Tentunya kita pernah melihat pengambilan gambar sebuah film, baik yang sungguhan ataupun versi rekayasa dalam acara TV dan film. Pada tiap awal sebuah adegan, selalu ada seorang kru film yang menghadap kamera yang menyampaikan informasi mengenai adegan yang akan diambil menggunakan sebuah papan. Papan tersebut biasanya memiliki semacam jepitan yang terletak di bagian atasnya, seperti sebuah gunting, dan mengeluarkan suara `clap` saat keduanya saling diketukkan.

Clapperboard, itulah benda yang dimaksud. Disebut demikian karena suara yang dihasilkannya seperti orang yang melakukan clap (tepuk tangan). Benda ini digunakan dalam tiap kali rekaman film, video, atau TV untuk kemudahan video editing dan juga penyelarasan suara dengan video. Penggunaannya biasanya diiringi ,dengan pernyataan dari kru film tentang detail adegan yang akan diambil, sembari mengayunkan clapperboard ke depan kamera.


1. Pengertian clapperboard
Dalam film dan produksi video, clapperboard adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk membantu dalam sinkronisasi gambar dan suara, selain itu, clapperboard yang digunakan untuk memilih dan menandai adegan tertentu dan mengambil direkam selama produksi. Banyak nama lain yang umum digunakan, termasuk anak genta, papan, batu tulis, papan batu tulis, sabak sync, batu tulis waktu, tongkat, papan, dan spidol. The bertepuk "tajam" kebisingan yang clapperboard membuat dapat diidentifikasi dengan mudah pada jalur audio, dan menutup dari clapstick dapat dilihat pada jalur visual terpisah. Kedua lagu dapat tepat disinkronisasi dengan mencocokkan suara dan gerakan. Ketika suara film dan gambar berada di luar sinkronisasi, ini dikenal sebagai tutup bibir.

The clapperboard atau papan batu tulis adalah kombinasi dari batu tulis papan tulis yang diselenggarakan informasi mengidentifikasi adegan berikutnya dan clapstick yang yang digunakan untuk menyelaraskan suara dan gambar. Pada hari-hari awal film, satu orang akan menyelenggarakan sebuah batu tulis bagi kamera dengan informasi tempat, sementara yang lain bertepuk berengsel dua tongkat bersama di depan kamera  Kombinasi keduanya ke dalam satu unit. Membuatnya lebih mudah bagi hanya satu orang untuk menangani pekerjaan kedua.Sebuah clapperboard berisi angka dan garis LED berwarna pada tongkat.

2. Fungsi clapperboard
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5z2RCwnlMKSfId_wTR1skuzyR_7RyNdj4W-1oQysz4D9Znpb0PrwVcw25ZH8bb-_nIL5hTrsvC5gnldeY6v5Bmrql1UJKM5M7Sxn2bYs3o-qq8O7SsF33EYtsvjx_572nJcvxruEzN4E/s200/5.2.pngPada waktu kita merekam dengan menggunakan kamera video perekam, gambar dan suara akan menjadi selaras karena direkam pada pita yang sama. Akan tetapi, ketika membuat film, gambar-gambar dan suaranya direkam secara terpisah. Gambar direkam pada film dengan kamera, dan suaranya direkam ke dalam tape perekam analog digital yang terpisah (atau akhir-akhir ini pada tape digital, seperti tape DAT). Karena gambar dan suranya direkam pada 2 bagian yang berbeda, kita memerlukan cara untuk menyelaraskannya.
Clapperboard adalah cara tradisional untuk menangani proses peyelarasan atau sinkronisasi. Bagian bawah clapperboard biasanya berupa papan yang digunakan untuk menuliskan adegan dengan angka. Informasi ini membantu mengidentifikasi pengambilan gambar selama proses editing… begitu tape recorder dan kamera berputar, operator clapperboard menempatkan clapperboard di depan kamera sehingga kamera dapat melihat, membaca adegannya.

3. Bagian clapperboard
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSEZo3GqRht41rv32OLlOxqrbt9GwGYM9W7nU8NGppt2Y4O3TFi1miAiWz_M3G-gDcOL42yB2Z6D2dih7SIPF1rvifTGGWxFV24lQiCy87oifS31omj4APcZM_A0sU_xJw4KcOFpkOOqA/s200/5.3.png                       Scene                :   Peletakan nomor adegan yang tertera pada skenario.
                       Take                 :   Menunjukan jumlah take yang dipakai.
                       Sound                :   Kotak ini menunjukan apakan adegan yang sedang digarap                mengunakan sound atau tidak.
                       Prod                 :   Judul Film
                       Dir                    :   Nama Sutradara
                       Date                 :   Tanggal syuting
                       Camera              :   Nama penata kamera
                       Int dan Ext        :   Adegan dilaksanakan di dalam atau di luar




Langkah-langkah pengoperasian kamera video :

Pada dasarnya pengoperasioan kamera video itu mudah. Apapun mereknya secara prinsip adalah sama. Pada bagian ini nanti akan banyak dibahas tentang bagaimana mengoperasikan kamera video khususnya Handycam dengan Merek Sony type SX44E. Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan :

         1.    Menghidupkan power
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiirEL7H7Yq-2eS_8SpQXdTJO7Ajj5JMGkDQmscEAXx9NkbDruA7kk_-xvj2bhIrco6SXt4oPT9Eu6OxMJSwJ8nFQsp-wq2zlF68oDyi-oW-jBo4pCHr39VlqUXqV5gVceas91jX0KxuLw/s320/1.1.png

             Untuk menghidupkan camcorder anda saat layar LCD terbuka, tekan POWER.

2.    Atur area geografis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjM2MAGYqu3x4vADmaICfcL5JwJrUc8ziN7bGbRmkRBIKQRJx-i22O16jdEu-BOaicFzohiegr9cxTgVziKiy1BnuOsrI6YKOi6DK16Xaca8WwaEb-orIX9kZAEuT12mJaMU0Eb4mZvvaY/s320/1.2.png



3.    Setting tanggal dan waktu

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPrt3BNQ7qtypcNNF2xCO_cKnbSYEAaCdtmKnOVLSUaZWUpFHVo0GSjkehmqemiUzj1qRlV1NDy56ADff-lAr5uUXnnavPSUjNYYSr_Pjqj24UVrhFAg59MvSvxF7JvSkC4GtuvLhlmrk/s320/1.3.png



4.    Menyiapkan media rekaman

         Media perekaman yang dapat digunakan berbeda-beda (Memorry, kaset atau hardisk) tergantung pada  camcorder yang kita pakai. Ikon berikut akan ditampilkan di layar camcorder Sony SX44E.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3duOvRWJBJAB67GvenaBqXVtxVBVZ-oon6qxPAn53pz_46OAt5vJqYJjvsmNMYMmHCM0TlIk3f1r84yaOvGXX0uIDLALpprHf_9MgfD2HJMpSleaJHAPBKrP27kDbqSWNkm1Zn1vtWHY/s320/1.4.png


5.    Memasukkan memory
                     Buka penutup, arahkan ujung tumpul kartu memori seperti ditunjukkan dalam ilustrasi, dan masukkan ke                      celah kartu memori hingga berbunyi klik.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikxeUA6YlWXq-3ieXL3PADV70y3ZF7i2h0bWX18l_TnltIa9LG785P3zw62Kp04k9onWv_G-erIMC89AVF9Pu3q1OiJ6Px_9_QyrKYYHE7R2Au9dE0F2f33CHjOW1yfZNfS1fa4RcuKfA/s1600/1.5.pnghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYtHP2sk_1SUtk1GAt6yDxqsRbqnN1wGRnDSiIKy_6zpmZ7GIYiTGdAq3ucgfVTOk4GJ9dcqevduw58Ql1eZ5-etQPHwlCNBTfwT_8zHGWKvoKZrGO5mSPXX-bo67ONodZGXuMPu4mOEc/s320/1.6.png



6.    Merekam Gambar
         Langkah-langkah yang dilakukan ketika kita merekam gambar adalah:

          a.   Membuka penutup lensa

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtI4Xc7RzdXHliay_oWG0TFZOB8ZffMXUp06ZoEwvs_pT7IJh4R9DNt4nTt860SOhZvjP0cyyzB7Ek_lXUaZyxYcBpycYqe1FULvqmCAbuMqDOhNDJEioYh63KOuNLs0mT65aeKdnZyfs/s320/1.7.png

b.   Bila tidak memakai tripod, kencangkan tali pegangan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZR8R4OLOt5xIz5mKg12iEjeUP0c1VCfAKUB3lTmCwzwkCA5jqzbpfUP_NwlQlrOcr3-3HgGyTrHljTMvKvAuQ2RsZXO2Hdp95daq-LEYiRxEFqT7_rgRxBl9ZSSGfBj6Tx0-dBpJJSkM/s200/1.8.png


c.   Buka layar camcorder
                            Secara otomatis camcorder akan menyala, apabila tidak maka tekan tombol power 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2JUpcHtIlDHTFJEbUUmKlEB3Bfd-2w9WPJHSwMidmtqJDES3rzaXLOUSkMnG4_0ebUiDO_dE_iINixWIyGbn_QN2Q4JSI-3FWjScrGZhWAZwual7Apbc-1v8L-QjuIgHyDQL-oNKr2XM/s320/1.9.png

                      d.  Tekan START/STOP untuk memulai merekam

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7cV_V4A67WinN_9PV-4jYORcByrrR7ZlcS_01qu99UY8DSSrhoIFo9c_QbvnO_wgXa7efU_neCIpFK3QjHKksek3ng7xQeRnJ6ViWT98_14Iax33pbRWTXMTvzM-iwUI6wPx0j2FA9NU/s320/1.10.png


                      Bisa juga menyentuh simbol bulat warna merah pada bagian kiri bawah LCD
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjukEu4MMbfVNw0rEG8DYSLlQCFp_hiZ7jYZSeh6wC3a6mmHqjIL2NAhKEExtmFFFBR8-vxFKOMuNoz12fLlfov0el_L7kM9lRyd8OLyZ1oQOI8jhdCIW2q-APliMGi1mhEOJRXjZ9U1Yo/s1600/1.11.png

Untuk berhenti merekam tekan kembali START/STOP, atau bias juga dengan menyentuh symbol bulat warna merah pada bagian kiri bawah LCD



Jumat, 08 November 2013



Klasifikasi shot dasar
Extreme Close Up (ECU)
Extreme Close Up (ECU) atau Big Close Up (BCU) atau Tight Close Up (TCU) merupakan bidikan camera lebih ekstrem dari Close Up. Tujuannya, penonton agar benar-benar tertuju pada wajah. Extrem Close Up ini digunakan apabila ekspresi wajah atau obyek penting secara dramatis, penonton memusatkan perhatian secara ekstrem pada bagian ini, dan mengesampingkan bagian lainnya. Kadang Lebih Ektrime lagi, yaitu camera dibidikkan pada bagian dari wajah, misalnya: mata, mulut, hidung, atau telinga saja.

Close Up (CU)
Close Up (CU) adalah bidikan kamera bidikan kamera (shot) sangat dekat pada orang atau obyek. Tujuannya, penonton tertuju pada wajah. Close Up ini digunakan bila ekspresi wajah atau obyek penting secara dramatis dan penonton memusatkan perhatian pada bagian ini serta mengesampingkan bagian lainya.

Medium Close Up (MCU)
Medium Close Up (MCU) merupakan bidikan kamera cukup dekat pada subyek tetapi mencakup juga obyek lain yang dekat.

Medium Shot (MS)
Medium Shot (MS) adalah bidikan kamera dengan sudut lebar pada subyek, tetapi bukan latar belakang keseluruhan.


Long Shot (LS)
Long Shot (LS) menampilkan seluruh badan. Besarnya objek sekitar 1/3 sampai ¾ dari lebar layar.

Very Long Shot (VLS)
Very Long Shot (VLS) adalah bidikan kamera sangat jauh.

Two Shot dan Group Shot
Two Shot adalah bidikan kamera pada dua karakter pada dua karakter yang biasanya dekat dengan kamera.



Perpindahan Camera

Pan
Perpindahan camera secara panning yaitu yaitu camera bergerak dari kiri ke kanan tapi terkunci pada porosnya. Sama halnya saat anda menoleh ke kiri dank e kanan, porosnya adalah leher anda.

Ped
Pergerakan camera ke atas dan ke bawah pada satu titik poros. Perpindahan ini ibarat anda naik dan turun tangga. Tangga adalah titik porosnya.

Tilt
Perbedaan Ped adalah Tilt ibarat anda sedang menengadah ke atas dan menunduk ke bawah, titik porosnya sama dengan perpindahan panning yaitu leher anda.

Truck
Pergerakan Truck pada dasarnya adalah Dolly yang bergeser kearah kiri dan kanan. Kalau ditinjau dari pergherakan Truck, maka Dolly adalah Truck ke depan dan ke belakang.
10

Arc
Pergerakan Arc adalah perpindahan yang perpindahan yang membuat gerakan melingkar. Hampir sama dengan Panning, Cuma pada Panning terkunci pada poros, sedangkan Arc kesemua perangkat camera ikut bergerak.




Komponen dasar yang terdapat pada kamera DSLR (sebagian terdapat juga pada kameraRangefinder), yaitu:
·         Lensa
·         Diafragma (Aperture)
·         Rana (Shutter)
·         Sensor gambar digital (Digital Image Sensor)
·         Memory Card
·          Layar LCD
·         Flash eksternal
·         Jendela bidik (viewfinder)

Lensa

Sebuah lensa merupakan serangkaian elemen canggih yang biasanya terbuat dari kaca. Lensa dibentuk untuk membiaskan dan memfokuskan pantulan cahaya dari objek pada titik-titik tertentu. Sebelum membentuk gambar, interaksi pertama dengan pantulan cahaya yang datang dari objek adalah melalui sebuah lensa kamera.

Jenis-Jenis Lensa Secara Umum:

Meskipun ada banyak sub kategori jenis lensa, pada dasarnya jenis lensa yang umum dikenal adalahtele, wideangle, zoom, dan prima. Semua lensa ini melakukan fungsi dasar yang sama yaitu menangkap cahaya reflektif dari subjek dan memfokuskan pada sensor gambar namun caramengirimkan cahaya yang dipantulkan objek berbeda.

Lensa Tele; Karakteristik dari lensa ini adalah mendekatkan objek tetapi mempersempit sudut pandang. Lensa ini biasanya digunakan oleh fotografer olahraga dan fotografer binatang liar untuk mengambil objek foto yang jaraknya jauh.

           Lensa Sudut Lebar (Wide Angle); Lensa ini kebalikan dari lensa tele yaitu lensa yang mempunyai focal length pendek. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil dari pada ukuran sebenarnya dan dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit.

3.                              Lensa Zoom; Lensa zoom memiliki kemampuan untuk mengubah focal length dari wide angle ke standar dan dari standar ke zoom sehingga sangat fleksibel untuk digunakan karena memiliki rentang focal length yang cukup lebar. Lensa jenis ini di kenal juga sebagai lensa sapu jagad, akan tetapi lensa ini rawan getar, maka dari itu lensa zoom yang memiliki Image Stabilization sangat dianjurkan. 
4.            
4.                              Lensa Prime atau Fixed Lens; Lensa yang hanya memiliki satu rentang fokal sehingga tidak bisa menggunakan zoom. Untuk yang baru belajar fotografi, lensa prime lensa yan baik untuk belajar karena Anda dipaksa untuk bergerak dan mengambil sudut pandang yang lebih baik

Diafragma (Aperture) atau Bukaan Lensa

Aperture adalah bukaan pada lensa untuk mengatur volume cahaya yang masuk menuju sensor gambar digital. Eksposure dari sebuah gambar ditentukan oleh kombinasi kecepatan rana (Shutter Speed) dan bukaan Aperture. Bukaan Aperture yang besar akan memberikan cahaya lebih banyak melewati lensa. Aperture diukur dalam f-stop dan setiap stop melambangkan jumlah cahaya yang diterima. Aperture jika dikombinasikan dengan Focal Length akan menentukan ketajaman dari gambar yang dihasilkan (Depth of Field).
Diafragma (Aperture) sebuah lensa

f-stop

Fotografer melakukan penyesuaian bukaan Aperture dengan mengatur f-stop. f-stop merupakan rasio dari focal length lensa terhadap diameter bukaan Aperture. 

Sebagai contoh, lensa dengan focal length 50mm dan diameter bukaan Aperture 12.5mm akan menghasilkan nilai f-stop f4 (50 ÷ 12.5 = 4). Jadi semakin besar nilai numerik f-stop, bukaan Aperture semakin kecil. Contoh jika di set f2 maka bukaan Aperture adalah besar dan jika di set f22 maka bukaan Aperture adalah kecil.
 
Ketajaman Gambar (Depth of Field, DoF)

DoF adalah bidang gambar yang fokus dari latar depan (foreground) dan latar belakang (background) yang ditentukan oleh kombinasi kombinasi bukaan Aperture dan Focal Length lensa. Aperture yang kecil akan menghasilkan DoF yang lebih besar. Misal jika Aperture di set f2 maka akan menghasilkan ruang tajam yang kecil, artinya fokus yang ditangkap kamera hanya tertuju pada objek itu sendiri sementara foreground dan background nya akan blur. Jika Aperture di set f22 maka akan menghasilkan ruang tajam yang besar, artinya fokus akan didapat pada foreground, background dan objek itu sendiri.

Kesimpulannya, ketajaman gambar (DoF) bergantung kepada:
·                     Aperture, semakin kecil Aperture semakin besar DoF.
·                     Focal Length, semakin panjang Focal Length semakin kecil DoF.
·                     Jarak pemotretan, semakin dekat jarak pemotretan semakin kecil DoF.



Shutter (Rana)
Shutter adalah suatu mekanisme untuk mengontrol durasi cahaya yang masuk ke kamera menuju sensor gambar digital yang diaktifkan ketika menekan tombol untuk memotret. Ketika kamera dalam keadaan diam, maka shutter akan menutupi semua bagian sensor dan posisi cermin pantul (reflexing mirror) ke arah bawah sehingga mata dapat melihat objek yang akan di foto. Ketika tombol untuk memotret ditekan, maka posisi cermin pantul menutup keatas dan bersamaan dengan itu Shutter akan membuka dan membiarkan cahaya masuk menuju sensor.


Lamanya durasi cahaya yang masuk disebut dengan Shutter Speed, satuannya dalam rentang detik dan 1/sekian detik. Biasanya diset dalam interval “1 stop“, sama halnya dengan aperture, setiap penambahan 1 stop berarti jumlah cahaya yang masuk menjadi 2 kalinya dan sebaliknya setiap pengurangan 1 stop berarti jumlah cahaya yang masuk menjadi ½ kalinya. Range intervalnya adalah sebagai berikut:
…1/1000, 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30, 1/15, 1/8, 1/4, 1/2 ,1, 2, 4, 8, 15, 30….
Semakin ke kiri berarti semakin cepat kecepatan shutternya dan semakin sedikit cahaya yang bisa masuk, sebaliknya semakin ke kanan, berarti semakin lambat kecepatan shutternya dan semakin banyak cahaya yang masuk.
Slow Shutter Speed
Teknik ini menggunakan Shutter Speed yang rendah (angka yang besar), biasa digunakan untuk kondisi pencahayaan yang kurang. Shutter nya dibiarkan terbuka lebih lama agar cahaya yang masuk semakin banyak untuk menghasilkan objek yang diinginkan. Pada Slow Shutter Speed disarankan untuk menggunakan tripod untuk mencegah kamera goyang pada saat pengambilan gambar yang akan menghasilkan gambar yang blur atau berbayang.
High Shutter Speed
Pada teknik ini Shutter Speed berkecepatan tinggi (angka yang kecil), teknik ini berguna untuk menagkap suatu momen dengan cepat, biasanya digunkan untuk fotografi olahraga, satwa, dll.

ISO
Hal yg perlu diketahui adalah ISO. kata ISO sama dgn ASA seperti pada kamera manual yang memakai roll film. Cuma yg perlu anda ketahui, semakin rendahnya angka ISO seperti 100, tingkat kepekaan cahayanya semakin kecil maksutnya jika memotret di dalam ruangan agak remang2 dengan menggunakan ISO 100 (rendah) maka hasilnya akan gelap, tapi lihat kebutuhan juga karena kadang memang disengaja untuk mendapat hasil yg dramatis, biasanya kalau saya ISO 100 dipakai waktu outdoor dan cuaca cerah.
Begitu sebaliknya semakin tinggi nilai ISO misalnya 1600, semakin besar tingkat kepekaan cahayanya, biasanya ISO 1600 digunakan pada saat situasi terjepit misalnya tidak boleh menggunakan flash dan kondisi ruangan gelap, hasilnya mungkin bisa terang tapi gambar kasar (noise), seperti bintik2 warna warni.
kalau saya sendiri misalnya motret di ruangan, saya pakai ISO 200 juga terkadang 400, untuk 800 dan 1600 sangat jarang, tergantung kebutuhan.




 Sebelum menggunakan kamera video, pastikan selalu memiliki cukup persediaan tenaga baterai. Bila kamera sudah tidak digunakan terlebih dahulu isilah batrai kamera tersebut, agar memudahkan bila ingin digunakan mendadak, tetapi lebih baik lagi mempunyai dua batrai sebagai cadangan. Baterai kamera mendapat tenaga dari alat pengisi ulang yang dapat digunakan kapan saja dengan cara penggunaan yang sederhana. Setiap baterai memerlukan waktu 1,5 - 2 jam untuk mengisi ulang sampai penuh, dan pada kondisi normal, baterai dapat bertahan antara 2-8 jam.
Pengertian Baterai Kamera Baterai adalah salah satu dari sumber energi dan sangat penting bagi penggunaan kamera digital. Produsen kamera digital menggunakan berbagai macam jenis baterai yang berpengaruh terhadap harga, ukuran, serta kemampuan kamera tersebut. Untuk jenis yang paling banyak digunakan saat ini, adalah baterai type Lithium dan type AA. Untuk type AA biasanya digunakan baterai Alkaline.
Tipe baterai isi ulang dibagi dalam 3 kategori umum:
Nickle cadmium (NiCd), Nickle Metalhydricle (NiMH), dan Lithium-ion(Li-ion). Ada juga type lithium polymer (Li-Poly) yang super tipis, namun mahal dan jarang dipasaran. Baterai Nicd merupakan jenis tertua, paling than banting, namun berat, dan volumenyanpaling besar. Nimh merupakan pengembangan dari Nicd, Li-ion (Lithium) merupakan teknologi terbarundari baterai kering isi ulang, lebih ringan dan lebih besar.  Prosedur Pengoprasian Kamera video begitu banyak merk dan type / seri kamera video yang ada pada saat sekarang .



    A.C. Milan